Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Mei 2013

Puasa bagi Penderita Maag

Pada rubrik Nutrisi edisi perdana Majalah Muslim Sehat, alhamdulillah kita telah mengetahui bahwa hampir semua penyakit kronis dan degeneratif berawal dari pencernaan yang tidak sehat. Untuk itu, sudah semestinya kita mengatur pola makan agar kesehatan menjadi lebih baik. Pola makan yang tidak teratur akan menimbulkan masalah pada lambung. Misalnya, pagi hari seseorang makan pagi pada pukul 07.00, dan makan siang pada pukul 13.00. Keesokan harinya, karena sibuk dia lupa sarapan. Jika hal ini menjadi kebiasaan, biasanya kemudian menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, perut perih, atau kembung.

Puasa dan Penyakit Maag

Alhamdulillah, kita telah memasuki bulan Ramadhan. Sebagai seorang muslim, tentu menginginkan puasanya dapat dijalani dengan sebaik-baiknya. Namun, pada orang yang menderita penyakit maag, terkadang timbul kekhawatiran dalam dirinya, apakah akan sanggup melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh atau tidak.
Penyakit maag sebenarnya bukan merupakan penghalang bagi seseorang untuk tetap berpuasa, selama dia dapat mengikuti pola makan yang benar dan tidak berlebihan dalam hal makanan. Bahkan para ahli menyatakan puasa memberikan banyak efek yang bermanfaat bagi berbagai gangguan pencernaan, termasuk dispepsia dan gastritis.
Penyakit maag yang dalam istilah kedokteran disebut sindrom dyspepsia mempunyai arti kumpulan gejala yang berhubungan dengan rasa nyeri/tidak nyaman pada saluran cerna bagian atas.
Gejalanya biasa ditandai dengan :
  1. Nyeri perut yang hilang timbul
  2. Rasa pedih pada ulu hati
  3. Mual, kadang-kadang sampai muntah
  4. Nafsu makan berkurang
  5. Rasa lekas kenyang
  6. Perut kembung
  7. Rasa panas di dada dan perut
  8. Banyak mengeluarkan gas dari mulut
Dispepsia terbagi menjadi dua yaitu dispepsia organik dan dispepsia nonorganik atau dispepsia fungsional. Dispepsia organik adalah penyakit maag yang terjadi karena ada kerusakan/kelainan bentuk pada organ pencernaan, seperti tukak lambung/usus 12 jari, pankreatitis (peradangan pada kelenjar pankreas), penyakit saluran empedu, tumor atau polip. Sedangkan dispepsia fungsional adalah dispepsia yang terjadi akibat kelainan fungsi dari saluran cerna. Penderita dispepsia fungsional biasanya berhubungan dengan pola makan yang tidak teratur, stres, merokok, dan alkohol.

Dispepsia Tidak Selamanya Gastritis

Meskipun gejalanya sama, dispepsia dan gastritis tidaklah sama. Gastritis adalah peradangan pada dinding lambung yang ditandai dengan gejala rasa penuh pada perut, mual, rasa terbakar pada perut, dll. Adapun dispepsia adalah kumpulan dari keluhan-keluhan tadi. Seorang yang menderita gastritis akan mengalami sindrom dispepsia, sedangkan penderita dispepsia belum tentu menderita gastritis.
Gastritis disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur, mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat merusak lapisan lambung, seperti: alkohol, aspirin/asam asetil salisilat, atau keracunan makanan yang mengandung toksin stafilokokus. Penyebab lainnya yaitu bakteri Helicobacter pylori. Bakteri ini dapat hidup dalam selaput lendir dinding lambung. Gastritis yang disebabkan oleh bakteri ini umumnya terjadi pada gastritis kronis (gastritis yang menahun). Penyakit ini juga dapat menimbulkan tukak lambung (luka pada lambung).
Menurut dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, ahli penyakit dalam serta konsultan penyakit lambung dan pencernaan, seorang yang menderita penyakit maag dapat tetap menjalankan puasa selama dia dapat mengatur pola makannya dengan baik. Seorang yang menderita dispepsia organik perlu berhati-hati dalam menjalankan puasanya. Sebaiknya dia selalu menyediakan obat yang diresepkan oleh dokter agar insya Allah aman untuk berpuasa. Bila perlu, konsultasikan dulu dengan dokter ahli pencernaan (gastrohepatologi), apakah aman untuk berpuasa atau tidak. Sementara itu, bagi mereka yang menderita dispepsia non-organik, biasanya penyakit maagnya membaik saat berpuasa, dengan izin Allah. Hal ini disebabkan karena pola makan menjadi lebih teratur saat berpuasa dan konsumsi makanan yang mengandung gas pun berkurang.
Namun, seseorang tidak dapat menilai dirinya sendiri, apakah penyakit maag yang dia alami adalah maag organik atau fungsional. Perlu pemeriksaan lebih lanjut melalui endoskopi (yaitu memasukkan alat dari mulut, sehingga bisa melihat kerongkongan,lambung sampai usus 12 jari secara langsung). Dari pemeriksaan ini baru dapat diketahui apakah terdapat luka pada saluran pencernaanya atau tidak, letaknya secara tepat, tingkat keparahannya, dan selanjutnya lebih mudah dalam menentukan obatnya.

Tips Berpuasa bagi Penderita Maag

Saat puasa, seorang yang menderita maag perlu memerhatikan pola makannya dengan baik. Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan dan dihindari antara lain :
  1. Saat sahur, makanlah secukupnya dan jangan berlebihan;
  2. Saat berbuka, mulailah dengan makan yang manis dan mudah dicerna seperti kurma, karena saat puasa kadar gula darah menjadi turun;
  3. Hindari makanan yang merangsang peningkatan asam lambung seperti kopi, susu, dan minuman bersoda. Jangan mengonsumsi alkohol dan rokok;
  4. Hindari makanan yang dapat menimbulkan gas di lambung seperti kubis, kentang, sawi, nangka, pisang ambon, melon, semangka, dan makanan yang mengandung asam seperti buah jeruk;
  5. Olahraga yang teratur tetapi tidak berlebihan akan menjadikan tubuh tetap segar, sehingga dapat mengurangi faktor risiko terserang maag;
  6. Hindari makanan yang sulit dicerna yang dapat memperlambat pengosongan isi lambung seperti makanan berlemak dan coklat;
  7. Hindari juga mengonsumsi makanan yang terlalu pedas.
Wallahu a’lam.

Mencegah Bayi Muntah



    Saat bayi terlalu banyak minum, ASI yang sudah tertelan tentu melebihi batas kapasitas lambungnya. Manakala bayi menggeliat, tekanan dalam perutnya pun menjadi tinggi, maka terjadilah gumoh.

    Kemungkinan lainnya yang menyebabkan gumoh adalah karena bayi gagal dalam menelan. Sebabnya, otot penghubung antara mulut dengan kerongkongan belum sempurna. Hal ini biasanya terjadi pada bayi prematur.
    Ada beberapa cara mengatasi bayi yang gumoh, antara lain:
    1. Perhatikan posisi bayi saat menyusui. Harus benar-benar pas. Pastikan seluruh bibir bayi menutupi puting dan area berwarna gelap disekitarnya. Dengan upaya ini, insya Allah kemungkinan udara masuk dan tertelan dapat diperkecil.
    2. Kalau gumoh berlebihan tengkurapkan bayi. Udara yang terperangkap di lambung akan lebih mudah keluar dan masuknya cairan ke paru-paru bisa dicegah.
    3. Hindari pemberian ASI langsung dalam jumlah banyak. Sebaiknya bayi diberi minum sedikit demi sedikit dan disendawakan. Baru kemudian diminumi lagi. Dengan begitu, udara tidak sempat mampir ke lambung.
    4. Bila gumoh terus berlebihan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk dicarikan penyebab dan solusinya.
    Berbeda dengan gumoh, muntah tidak hanya terjadi pada bayi yang baru lahir, tapi juga terjadi pada bayi berumur 2 bulan atau bahkan sepanjang usianya.

    Apa itu muntah?

    Muntah (regurgitasi) adalah keluarnya isi lambung sampai ke mulut dengan terpaksa atau dengan kekuatan. Mual dan muntah merupakan gejala yang umum dari gangguan fungsional saluran cerna, dan keduanya berfungsi sebagai perlindungan melawan toksin/benda asing yang tidak sengaja tertelan. Muntah merupakan usaha mengeluarkan racun dari saluran cerna atas, seperti halnya diare pada saluran cerna bawah (gastro enteritis). Adapun mual adalah suatu respon yang berasal dari reaksi penolakan yang dapat ditimbulkan oleh rasa, cahaya, atau penciuman.
    Beberapa tindakan yang dapat diupayakan untuk mencegah bayi muntah diantaranya dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
    1. Cuci tangan Anda. Bila Anda menggunakan susu formula, sterilkan botol dengan merebusnya sebelum membuat susu, untuk mencegah masuknya kuman/ bakteri.
    2. Sendawakan bayi sebelum dan sesudah minum susu dengan cara digendong tegak lurus dan disandarkan di bahu anda. Tepuk pundaknya dengan halus sampai bayi bersendawa.
    3. Berikan susu pada bayi secukupnya dan pada waktu yang tepat. Jangan memberikan susu saat bayi sangat lapar, karena bayi cenderung untuk minum dengan terburu-buru dan dalam jumlah banyak. Jeda waktu pemberian susu formula (bagi bayi yang diberi susu formula) kurang lebih 3,5 – 4 jam.
    4. Pada waktu memberikan susu dengan dot, usahakan nipple dot masuk seluruhnya ke dalam mulut bayi dengan posisi tegak lurus dengan mulut bayi. Hal ini akan mengurangi masuknya udara ke perut bayi pada saat menyusu, sehingga mencegah bayi muntah.
    5. Tempatkanlah bayi di ruangan yang tenang pada saat menyusu dengan posisi berbaring menggunakan bantal yang agak tinggi.
    6. Biarkan bayi berbaring kurang lebih 10 menit setelah menyusu, setelah itu sendawakan.
    Saran di atas setidaknya insya Allah membantu mencegah bayi muntah. Jika bayi muntah terus berlangsung dan disertai dengan gejala yang lainnya seperti demam, muntah menyemprot, warna muntah berubah, segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda.

    Bersiwak Sangat Bermanfaat

    Bisa jadi pembahasan tentang siwak telah begitu lekat di benak para pembaca. Begitu banyak tulisan, bahkan jurnal kesehatan baik dari dalam maupun luar negeri, yang menjadikan siwak sebagai topik kesehatan unggulan (khususnya kesehatan gigi dan mulut), sekaligus sebagai salah satu dari hikmah dan keajaiban dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Siwak juga merupakan salah satu toleransi yang diberikan bagi kita yang berpuasa, untuk dapat memakainya di siang hari tanpa merusak ibadah puasa kita. Di dalam Shahih Bukhari dari sahabat Amir bin Rabiah Radliyallahu Anhu ia berkata, “Saya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membersihkan gigi beliau dengan siwak ketika beliau berpuasa, berulang kali, hingga saya tidak bisa menghitungnya.”

    Sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala ini, pada edisi ini kami sajikan sedikit pembahasan tentang pengertian siwak, kandungan zat berkhasiat, serta tinjauan manfaatnya. Semoga tulisan ini semakin memperkuat keyakinan kita atas keagungan syariat Islam dan kemuliaan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Apakah Siwak Itu?
    Siwak atau miswak adalah sikat gigi alami yang diambil dari ranting atau akar pohon al-Arak (Salvadora persica) yang lazim tumbuh di wilayah Asia, Afrika, dan tentunya di Timur Tengah. Tanaman pegunungan dari keluarga Salvadoraceae ini memiliki ranting beraroma wangi. Kulit batangnya berwarna coklat muda. Bila dikelupas, terlihat permukaan dalamnya berwarna putih, sedangkan akarnya berwarna lebih tua. Siwak terasa hangat dan agak pedas di mulut, dan terasa menyegarkan.

    Sifat Serat Kayu Siwak
    Serat kayu siwak sangat kuat, lembut, tahan lama, dan tidak keras. Serat ini mengandung banyak substansi kimia alamiah yang luar biasa bila dibandingkan dengan pasta gigi biasa. Serat ini dapat juga berfungsi sebagai massage (pijitan) bagi gusi.

    Dr. Nawal Abdullah ad-Dakheel menyatakan bahwa siwak adalah sikat gigi alami yang ideal, yang mengandung banyak antiseptic. Siwak berfungsi sebagai sikat gigi, pasta gigi, dan sekaligus sebagai dental floss (benang nilon multifilamen untuk membersihkan daerah yang sulit dijangkau sikat gigi. Artinya, siwak dapat membersihkan gigi secara tuntas dengan menghilangkan sisa-sisa makanan di permukaan proksimal (pangkal) gigi.

    Dr. ad-Dakheel juga mengatakan bahwa siwak mengandung banyak substansi bermanfaat, seperti serat selulosa alami yang banyak, kuat, dan tidak mudah patah (elastis) meskipun menerima tekanan yang besar. Serat ini lembut, dan bentuknya dapat disesuaikan untuk digunakan di antara gigi dan untuk membersihkan sisa-sisa makanan tanpa merusak gusi.

    Tinjauan Zat Kimia Bermanfaat
    Tanaman yang termasuk family Salvadoraceae ini mengandung senyawa klorida yang dapat menghilangkan noda gigi. Selain itu, silika yang terkandung pada siwak bersifat membersihkan dan menghilangkan kotoran atau memutihkan gigi. Siwak juga mengandung tannic acid yang dengan izin Allah berfungsi sebagai antiseptik astringent yang mencegah dan menghentikan pendarahan gusi, bahkan dapat mempercepat penyembuhannya.

    Kandungan lainnya adalah sodium bikarbonat, yaitu substansi-substansi alkaloid yang mengurangi karies (gigi berlubang). Sementara itu, siwak juga mengandung unsur penting berupa sulfur yang mencapai 4,73%, sehingga dapat mencegah pembiakan bakteri. Adapun kandungan zat pati dan resin pada siwak dapat membantu mengurangi viskositas saliva (kekentalan air liur), sehingga membantu membersihkan dan mendistribusikan kandungan-kandungan zat aktif siwak ke seluruh mulut.
    Siwak juga memiliki zat bermanfaat berupa vitamin C dan sitosterol yang mampu mempercepat penyembuhan gangguan pada gusi dan memelihara pembuluh darah halus di daerah mulut dan gusi. Demikian pula, kandungan glucotropaeolin dan substansi-substansi aromatik menjadikan siwak memiliki aroma dan rasa yang tajam, sehingga memberikan kesegaran dan bau yang harum di mulut.

    Penelitian tentang Manfaat Siwak
    Sebuah penelitian di Saudi Arabia pada tahun 2003 membandingkan penggunaan miswak/siwak dengan menyikat gigi seperti biasa. Pada akhirnya penelitian ini menyimpulkan bahwa, “menyikat gigi dengan miswak lebih efektif daripada menyikat gigi biasa, yaitu untuk mengurangi plak dan gingivitis (radang gusi) apabila didahului dengan petunjuk pemakaian yang baik dan digunakan dengan benar. Miswak tampak lebih efektif daripada sikat gigi untuk menghilangkan plak dari daerah V di pertemuan antar gigi, sehingga meningkatkan kesehatan interproksimal (area pertemuan antar pangkal gigi).” Lebih jauh lagi, riset-riset di Saudi Arabia juga menemukan efek-efek positif siwak terhadap sistem kekebalan tubuh.
    Penelitian secara lebih ekstensif juga telah dilakukan oleh Dr. Rami Muhammad Diabi terkait dengan efek positif siwak, terutama efek anti–kecanduan yang cukup bermanfaat bagi perokok, yaitu berfungsi sebagai langkah untuk penyembuhan dan pencegahan kecanduan rokok. Penelitian lain menunjukkan bahwa siwak memiliki efek-efek pengendali plak yang dapat menandingi unsur anti plak yang terbukti paling baik mengontrol plak, yaitu chlorhexidine gluconate (CHX).

    Perusahaan Wrigley (produsen permen mint) pernah menyelenggarakan studi terhadap siwak yang dipublikasikan di Journal of Agricultural and Food Chemistry. Studi tersebut menemukan bahwa mint yang dicampur dengan ekstrak siwak ternyata berfungsi 20 kali lebih efektif untuk membunuh bakteri dibandingkan dengan mint. Setelah setengah jam, mint yang dicampur ekstrak siwak membunuh sekitar 60% bakteri penyebab bau mulut sedangkan mint hanya mencapai 3,6%.

    Nampaknya, pengakuan atas manfaat siwak akan terus dibuktikan melalui penelitian demi penelitian, baik di negeri Barat maupun di Timur, sebagaimana WHO telah merekomendasikan penggunaan siwak sejak tahun 1986. Namun sebagai seorang muslim, cukuplah tujuan terpenting kita dalam menggunakan siwak adalah untuk mentaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan untuk mencapai ridla Allah Subhanahu wa Ta’ala, di samping pengetahuan kita terhadap manfaat-manfaat tadi, dan dengan senantiasa meyakini bahwa setiap syariat Islam pasti mengandung sekian banyak hikmah yang indah yang tidak terbantahkan oleh siapapun.

    Tinjauan Siwak dalam Kitab Ath-Thibb An-Nabawi
    Ulama besar Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah, dalam salah satu karya terbaiknya, kitab Ath-Thibb An-Nabawi, beliau rahimahullah menyebutkan bahwa siwak biasa digunakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berbagai keadaan. Bahkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menganjurkannya bagi umat. Hal ini sebagaimana tergambar dalam hadits:
    لَوْ لَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ
    “Seandainya aku tidak khawatir memberati umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali sebelum shalat.” (HR. al-Bukhari, kitab al-Jumu’ah, 8)
    السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ وَمَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ
    “Siwak itu menyucikan mulut dan diridhai oleh Rabb kita.” (al-Bukhari, Kitab Shiyam 27, dari hadits Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ. Atha’ dan Qatadah mengatakan bahwa tidak ada bahayanya menelan air ludah yang dihasilkan dari bersiwak).

    Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah juga menyatakan bahwa jenis siwak yang terbaik berasal dari kayu al-Arak. Beliau menganjurkan untuk tidak menggunakan kayu sembarangan, karena bisa jadi beracun. Seyogyanya siwak digunakan secara wajar dan tidak berlebihan. Selain itu, beliau juga menyebutkan bahwa cara terbaik menggunakan siwak adalah dengan membasahi/menjadikannya lembab dengan air mawar.

    Disebutkan pula dalam kitab beliau rahimahullah, bahwa siwak sarat akan manfaat, di antaranya adalah:
    1. Menyucikan mulut;
    2. Membersihkan gigi dan memperkuat akarnya;
    3. Mencegah gigi berlubang;
    4. Menguatkan gusi;
    5. Mengharumkan nafas;
    6. Membersihkan atau menjernihkan otak;
    7. Menjernihkan pandangan;
    8. Memberikan tenaga;
    9. Membangkitkan nafsu makan; dan
    10. Membantu pencernaan makanan.
    Kapan Bersiwak?
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuntunkan pemakaian siwak adalah pada setiap waktu, ketika hendak shalat, berwudhu, bangun tidur, sebelum shalat Jumat, saat akan memasuki rumah (untuk menemui istri), ketika bau mulut berubah, ketika sedang berpuasa, atau hendak berbuka.

    Tips dalam menggunakan siwak
    Siwak biasanya dijual dalam panjang 15 cm dengan diameter kurang dari 1 cm, sehingga mudah dipegang ketika membersihkan gigi.
    Sebelum memakainya, sebagian kulit siwak pada bagian ujungnya dibuang, dan dilembutkan dengan sedikit dikunyah untuk memisahkan serat-seratnya. Sebaiknya siwak dilembabkan dengan air ludah agar tidak melukai jaringan di mulut.
    Bila siwak anda mengering, dapat dilembutkan lagi dengan merendamnya di dalam air bersih atau air mawar.

    Perlu diingat, kita perlu memakai siwak dengan arah yang benar dan hati-hati, agar tidak mendorong terjadinya abrasi (pengikisan) gusi. Sebagian ahli berpendapat, bahwa arah pemakaian sebaiknya lebih banyak dari sisi ke sisi, bukan arah atas-bawah, karena dengan demikian gusi lebih terlindungi. Namun, bila siwak yang kita pakai masih basah/segar, selalu dijaga kelembabannya, dan dikunyah dengan baik sebelum digunakan, maka insya Allah serat akan lunak dan tidak melukai gusi.
    Ujung siwak sebaiknya selalu dipotong setiap kali hendak digunakan untuk menjaga kebersihannya, dan juga komponen-komponen aktif di ujung siwak yang sudah digunakan bisa jadi sudah habis atau berkurang dengan penggunaan sebelumnya.

    Sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ, sebuah kisah menjelang wafat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ berkata, “Abdurrahman bin Abi Bakr masuk menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika itu aku menyandarkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam di dadaku. Abdurrahman membawa siwak yang masih basah yang ia membersihkan giginya dengannya. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terus-menerus memandanginya. Aku pun mengambil siwak itu, memotongnya dengan gigi, dan mengunyah-ngunyahnya, kemudian aku menghaluskan dan melembutkannya, lalu aku berikan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau membersihkan gigi dengannya”. (Hadits Muttafaq ‘alaih)

    Jangan lupa pula untuk membersihkan lidah dengannya, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, di dalam hadits dari Abu Musa al-Asy’ari radhiallahu ’anhu, beliau berkata, “Aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika itu beliau sedang menggosok gigi dengan siwak basah. Ujung siwak itu ada di atas lidah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan terdengar beliau bersuara,”’U’, u’,” sedangkan siwak itu masih di mulut beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti mau muntah”. (Hadits Muttafaq ‘alaih).

    Fungsi membersihkan lidah sangatlah penting, karena lidah adalah gudang mikroba (bakteri), terutama di bagian tengah dan belakang. Mikroba ini adalah sumber bau di mulut kita. Untuk mengurangi rasa mau muntah, ketika menyikat lidah pegang ujung lidah dengan tangan yang bebas agar lidah anda stabil, di samping itu usahakan ujung siwak tidak mengenai uvula (pangkal rongga mulut atas) & dinding tenggorokan karena dikhawatirkan pusat rangsang /refleks muntah di daerah tersebut terrangsang.

    Wallahu a’lam bishshawab.

    Senin, 15 April 2013

    Manfaat Buah Kelapa

    Siapa yang tak kenal dengan buah kelapa. Buah bulat berwarna hijau atau kuning yang berisi air yang cukup banyak dan memiliki rasa manis dan menyegarkan, banyak disukai orang dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain buah kelapa dapat dikonsumsi ternyata buah kelapa ini banyak memiliki manfaat sebagai obat yang luar biasa.

    Berikut ini adalah beberapa manfaat dari buah kelapa :

    1. Menetralkan racun dalam tubuh
    Manfaat buah kelapa terutama pada air kelapa yang banyak dipercaya masyarakat Indonesia sebagai penetral racun dalam tubuh. Kandungan kimia alami dari air kelapa mampu mengatasi pengaruh racun akibat dari obat sulfa, antibiotik dan obat-obatan lainnya, dengan bantuan air kelapa oat-obatan tersebut lebih mudah diserap darah.
    2. Membantu mengatasi cacingan
    Untuk mengobati cacingan dapat diberikan air kelapa yang dicampur dengan sari jeruk sitrun.
    3. Menghilangkan bekas luka bakar
    Air kelapa dapat membantu menghilangkan luka bakar. Caranya adalah dengan mencampurkan 1 sendok teh bubuk kunyit dan air kapur sirih. Tambahkan air kelapa lalu oleskan pada bagian tubuh yang terkena luka bakar. Rasa panas akibat terbakar akan segera hilang dan dengan perawatan yang benar maka bekas luka bakar akan hilang.
    4. Mengurangi Jerawat
    Untuk mengurangi dan menghilangkan jerawat. Sediakan 3 ruas kunyit, 3 sendok bubuk cendana merah dan air kelapa.
    Cara mengolah :
    Sediakan wadah bersih untuk memarut kunyit tersebut, kemudian hasil parutan tersebut dicampur dengan air kelapa dan 3 sendok bubuk cendana merah aduk rata. Masukkan kedalam lemari es, diamkan semalaman seluruh bahan menyatu dengan sempurna. Kemudian aduk kembali hingga tercampur rata, gunakan ramuan tersebut 2 kali sehari sampai jerawat hilang.
    5. Membuat Wajah Lebih Segar
    Sering-seringlah mencuci muka dengan air kelapa. Dengan melakukan hal ini secara teratur maka jerawat, noda hitam serta kerutan pada wajah akan berkurang. Wajah menjadi tampak berseri.
    6. Air kelapa baik untuk anak-anak
    Apabila susu dicampur dengan air kelapa, akan memberi dampak yang positif bagi anak, seperti membentuk gumpalan pada susu dalam perut untuk menyaring racun atau bahan kimia lainnya yang mungkin terdapat dalam susu, memudahkan anak yang hendak ingin mual/muuntah, mengobati sembelit pada anak, dan memperlancar proses pencernaan pada anak.
    7. Konsumsi Untuk Ibu Hamil
    Mitos pada jaman dahulu, apabila seorang wanita yang sedang hamil, rajin mengkonsumsi air kelapa hijau muda, maka sang anak memiliki bau tubuh yang harum, warna kulit pada anak menjadi putih berseri. Selain itu membantu mengurangi peregangan berlebih akibat rongga perut meregang saat hamil.
    8. Membuat Suara Lebih Merdu
    Dengan mengembunkan satu malam air kelapa lalu meminumnya di pagi hari dipercaya dapat membuat suara lebih merdu.

    Apa Itu Demam atau Panas Tubuh?

    Sumber: NUCLEUS PRECISE NEWSLETTER #29, January 13, 2009
    Ditulis Oleh : H. Agung Yulianto (agungy.blogspot.com)

    Penting memahami Sistem Imunitas Tubuh. Panas Tubuh itu penting untuk melawan infeksi, asal jangan berlebihan.

    Ketika Anda merasa tidak enak badan, maka hal pertama kali yang sering Anda nilai adalah apakah tubuh Anda panas atau mengalami demam. Walaupun sebenarnya panas sendiri bukanlah penyakit itu sendiri, panas biasanya adalah tanda bahwa sesuatu sedang terjadi didalam tubuh Anda.
    Dan sebenarnya panas sendiri tidak selalu buruk. Panas memegang peranan dalam menolong tubuh untuk melawan serangan infeksi virus atau bakteri. Jadi panas adalah suatu respon tubuh untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh.

    Demam bukanlah penyakit. Demam dapat merupakan suatu gejala penyakit atau infeksi. Ini mirip dengan asap dan api. Demam = asap; penyakit = api. Penyakit menimbulkan demam. Demam juga dapat merupakan suatu akibat sebagai pengaruh dari olah raga, cuaca panas atau imunisasi. Suhu tubuh yang normal adalah antara 36ºC sampai 37 ºC. Jika anak Anda demam dengan temperatur yang diukur melalui mulut atau telinga 37,8ºC, atau melalui rektum 38ºC dan 37,2ºC melalui ketiak, kemungkinannya anak Anda terserang demam. Anak-anak biasanya terserang demam lebih tinggi dari pada orang dewasa.

    Bagaimana Demam Terjadi ?

    Demam biasanya terjadi akibat tubuh terpapar infeksi mikroorganisme (virus, bakteri, parasit). Demam juga bisa disebabkan oleh faktor non infeksi seperti kompleks imun, atau inflamasi (peradangan) lainnya. Ketika virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh, berbagai jenis sel darah putih atau leukosit melepaskan “zat penyebab demam (pirogen endogen)” yang selanjutnya memicu produksi prostaglandin E2 di hipotalamus anterior, yang kemudian meningkatkan nilai-ambang temperatur dan terjadilah demam. Selama demam, hipotalamus cermat mengendalikan kenaikan suhu sehingga suhu tubuh jarang sekali melebihi 41ºC.

    Penyebab Demam

    Demam bisa muncul pada keganasan (kanker), dehidrasi, drug fever, heat stroke, koma, perdarahan otak, dan lain-lain. Penyebab demam tersering adalah infeksi. Bisa infeksi virus atau infeksi bakteri. Influenza adalah penyakit infeksi virus yang paling sering menyebabkan demam. Demam berdarah dengue (DBD), demam typhoid, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), infeksi telinga (congek), malaria, campak, infeksi saluran kencing, demam reumatik, hepatitis (sakit kuning) sering pula menyebabkan demam. Kadang-kadang penyebab demam tidak diketahui. Ini dikenal sebagai Fever of Unknown Origin (FUO)

    Gejala yang menyertai Demam ?

    Tergantung dari penyebabnya, tanda/gejala yang menyertai demam dapat meliputi berkeringat, menggigil, sakit kepala, sakit otot, kehilangan nafsu makan, dehidrasi, badan lemah, dan lain-lain.
    Demam yang sangat tinggi antara 39,4ºC – 41,1ºC dapat menyebabkan halusinasi, kebingungan, mudah marah, bahkan kejang-kejang.

    Mengapa Demam Perlu Diwaspadai ?

    Demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi atau masuknya zat asing ke dalam tubuh. Apabila mengalami demam, harus diwaspadai adanya penyakit yang sedang menyerang tubuh. Dengan mengetahui penyebab demam akan sangat membantu menentukan pengobatan bagi penderita.
    Dampak Demam

    • Dampak Menguntungkan terhadap Fungsi Imunitas (Daya Tahan) Tubuh
    Beberapa bukti penelitian ‘in-vitro’ (tidak dilakukan langsung terhadap tubuh manusia) menunjukkan fungsi pertahanan tubuh manusia bekerja baik pada temperatur demam, dibandingkan suhu normal. IL-1 dan pirogen endogen lainnya akan “mengundang” lebih banyak leukosit dan meningkatkan aktivitas mereka dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Demam juga memicu pertambahan jumlah leukosit serta meningkatkan produksi/fungsi interferon (zat yang membantu leukosit memerangi mikroorganisme).

    • Dampak Negatif
    Pertama, kemungkinan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Ketika mengalami demam, terjadi peningkatan penguapan cairan tubuh sehingga anak bisa kekurangan cairan.
    Kedua, kekurangan oksigen. Saat demam, anak dengan penyakit paruparu atau penyakit jantung-pembuluh darah bisa mengalami kekurangan oksigen sehingga penyakit paru-paru atau kelainan jantungnya infeksi saluran napas akut.

    Ketiga, demam di atas 42ºC bisa menyebabkan kerusakan neurologis (saraf), meskipun sangat jarang terjadi. Tidak ada bukti penelitian yang menunjukkan terjadinya kerusakan neurologis bila demam di bawah 42ºC.

    Keempat, anak di bawah usia 5 tahun (balita), terutama pada umur di antara 6 bulan dan 3 tahun, berada dalam risiko kejang demam (febrile convulsions), khususnya pada temperatur rektal di atas 40ºC. Kejang demam biasanya hilang dengan sendirinya, dan tidak menyebabkan gangguan neurologis (kerusakan saraf).

    Demam seringkali disertai dengan gejala lain seperti sakit kepala, nafsu makan menurun (anoreksia), lemas, dan nyeri otot. Sebagian besar di antaranya berhubungan dengan zat penyebab demam tadi.
    Berapakah Suhu Tubuh Manusia Normal ?

    Suhu tubuh manusia diatur oleh sistem thermostat di dalam otak yang membantu suhu tubuh yang konstan antara 36.5ºC dan 37.5ºC. Suhu tubuh normal manusia akan bervariasi dalam sehari. Seperti ketika tidur, maka suhu tubuh kita akan lebih rendah dibanding saat kita
    sedang bangun atau dalam aktivitas.

    Dan pengukuran yang diambil dengan berlainan posisi tubuh juga akan memberikan hasil yang berbeda. Pengambilan suhu di bawah lidah (dalam mulut) normal sekitar 37ºC, sedang diantara lengan (ketiak) sekitar 36.5ºC sedang di rectum (anus) sekitar 37.5ºC.

    “Panas atau Demam terjadi bila pengambilan suhu tubuh melalui mulut (dibawah lidah) DIATAS 37.5ºC”. Biasanya demam sendiri diikuti oleh kondisi lainnya, seperti gejala dan tanda lainnya yang sering dapat membantu untuk menemukan penyebab dari terjadinya demam tersebut.

    Sebagai contoh, mual dan muntah dengan panas tubuh, berarti adanya gangguan didaerah pencernaan. Atau demam yang disertai oleh batuk dengan reak maka gangguan adalah pada saluran pernafasannya.
    Demam pada bayi dan anak umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Pada demam yang disertai sariawan, ruam cacar, atau ruam lainnya yang mudah dikenali, virus sebagai penyebab demam dapat segera disimpulkan tanpa membutuhkan pemeriksaan khusus. Demam ringan juga dapat ditemukan pada anak dengan batuk pilek (common colds), dengan rinovirus salah satu penyebab terseringnya. Penyebab lain demam pada anak adalah enteritis (peradangan saluran cerna) yang disebabkan terutama oleh rotavirus.

    Penyakit yang disebabkan virus adalah self-limiting disease (akan berakhir dan sembuh dengan sendirinya).

    Demam pada Infeksi Bakteri

    Di antara demam yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada anak, salah satu yang paling sering ditemukan adalah infeksi saluran kemih (ISK). Umumnya tidak disertai dengan gejala lainnya. Risiko paling besar dimiliki bayi yang berusia di bawah 6 bulan.

    Infeksi bakteri yang lebih serius seperti pneumonia atau meningitis (infeksi selaput otak) juga dapat menimbulkan gejala demam. Namun demikian persentasenya tidaklah besar. Dari bayi > 3 bulan dan anak 1-3 tahun dengan demam > 39ºC, hanya 2% (1– 3.6%) saja yang bakterinya sudah memasuki peredaran darah (bakteremia).

    Pada golongan usia ini, program imunisasi HiB berhasil menurunkan risiko meningitis bakterial secara sangat signifikan. S. pneumoniae (penyebab utama infeksi bakteri yang cukup serius) hanya ditemukan pada < 2 % populasi. Dan sebagian besar anak dalam golongan usia ini dapat mengatasi S. pneumoniae tanpa antibiotika. Hanya 10 %-nya yang berlanjut menjadi pneumonia yang lebih berat dan 3-6 % menjadi meningitis. Usia yang menuntut kewaspadaan tinggi orangtua dan dokter adalah usia di bawah 3 bulan. Bayi harus menjalani pemeriksaan yang lebih teliti karena 10% nya dapat mengalami infeksi bakteri yang serius, dan salah satunya adalah meningitis. Untuk memudahkan penilaian risiko tersebut, ada beberapa poin untuk mengidentifikasi risiko rendah infeksi bakteri serius pada bayi yang demam.

    Kriterianya adalah:
    . Bayi tampak baik-baik saja.
    . Bayi sebelumnya sehat :
    . Lahir cukup bulan (= 37 minggu kehamilan)
    . Tidak ada riwayat pengobatan untuk hiperbilirubinemia (kuning) tanpa sebab yang jelas
    . Tidak ada riwayat pengobatan dengan antibiotika
    . Tidak ada riwayat rawat inap
    . Tidak ada penyakit kronis atau penyakit lain yang mendasari demam
    . Dipulangkan dari tempat bersalin bersama / sebelum ibu
    . Tidak ada tanda infeksi kulit, jaringan lunak, tulang, sendi, atau telinga.

    Walaupun diketahui bahwa sebagian besar penyebab demam adalah infeksi virus, namun data menunjukkan bahwa justru sebagian besar tenaga medis mendiagnosisnya sebagai infeksi bakteri. Dalam satu penelitian di Amerika Serikat, persentase ini mencapai 56 %. Dan pada penelitian yang sama masih ditemukan adanya pemberian antibiotik pada demam yang belum jelas diidentifikasi penyebabnya (virus atau bakteri).

    Manfaat Kacang Hijau Bagi Kesehatan

    Manfaat kacang hijau. Kacang hijau dilihat dari namanya, merupakan sejenis tanaman polong-polongan yang memang biji kacangnya berwarna hijau. Kacang ini sering dimanfaatkan menjadi berbagai jenis olahan makanan. Mulai dari kolak, bubur, isi pia, isi bakpao, isi onde-onde, isi molen, campuran untuk es, dan masih banyak yang lainnya. Selain itu sayuran taoge juga berasal dari kecambah kacang hijau. Tauge ini dipakai sebagai sayuran pelengkap dalam berbagai makanan, misal sajian untuk aneka bumbu pecel, urap-urap, dan lontong balap.

    Jadi sepertinya setiap hari kita tidak bisa lepas dari kacang hijau dan fariannya. Selain halal tanaman polong ini juga bermanfaat untuk tubuh dan kesehatan. Manfaat kacang hijau itu karena didalamnya terkadang beberapa zat yang baik untuk tubuh. Dengan mengetahui manfaatnya akan lebih memantapkan hati untuk mengkonsumsinya. Berikut ini dua diantara manfaat zat yang terkandung dalam kacang hijau, manfaat zat besi dan vitamin B1(Thiamin) dalam kacang hijau.

    Dalam 100gr kacang hijau terkandung 6,7mg zat besi. Jumlah tersebut adalah nilai tertinggi bila dibanding dengan zat besi yang terkandung dalam jenis kacang-kacang lainnya. Zat besi ini amat berperan untuk menghasilkan sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh ( haemoglobin). Untuk itulah kacang hijau sering dijadikan konsumsi saat selesai donor darah, biasanya berupa bubur kacang hijau. Bila anda salah seorang yang sering mengalami anemia, bisa jadi kacang hijau menjadi salah satu menu yang direkomendasikan. Anemia sering dialami wanita masa produktif saat haid. Gejalanya berupa pusing, lemas, pucat dan susah berkonsentrasi. Para ahli menyarankan saat mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, perlu diikuti dengan vitamin C. Ini akan mengoptimalkan tubuh untuk penyerapan zat besi.

    Lalu apa kegunaan vitamin B1(thiamin)? zat ini berperan dalam pertumbuhan, meningkatkan nafsu makan dan memperbaiki saluran pencernaan, sebagai sumber energi, dan juga memaksimalkan kerja syaraf. Karena manfaat itulah sering kita jumpai menu bubur kacang hijau sebagai makanan tambahan ketika ada kegiatan posyandu untuk balita dan balita. Jika kulit anda bersisik atau kering, daya tahan tubuh menurun, mengalami stress, insomnia, sering sakit kepala, dan mudah lupa, ada kemungkinan kadar thiamin dalam tubuh anda kurang. Bahkan dalam jangka panjang kekurangan zat ini bisa menyebabkan beri-beri. Dan tentu saja kacang hijau menjadi alternatif solusinya. Selain mudah mendapatkannya, pilihan berbagai variasi menu juga memudahkan anda untuk memilih sesuai yang diminati.

    Meskipun thiamin dibutuhkan tubuh, tidak lantas kita mengkonsumsi secara berlebihan. Thiamin tergolong dalam vitamin yang larut dalam air, dan akan disimpan tubuh dengan jumlah yang terbatas. Jadi tidak perlu berlebihan dalam mengkonsumsinya, jika kadarnya berlebih maka tubuh akan mengeluarkannya melalui urine. Jadi terkesan mubadzir, tak ada manfaat yang diambil setelah mengkonsumsinya. Lantas anda jangan sampai mengabaikannya, kekurangan juga tidak dianjurkan. Konsumsi dalam jumlah yang proporsional akan lebih tepat, dan rata-rata perhari tubuh membutuhkan thiamin 1-1,5mg. Sedangkan dalam 100 gram kacang hijau terkandung 0,47mg thiamin.

    Memilih Propolis Terbaik


    Sebagaimana kita ketahui propolis adalah produk dari lebah yang sangat membantu mencegah penyakit bahkan membantu mengatasi berbagai keluhan penyakit. Tetapi jika di pasaran terdapat berbagai merk propolis dengan komposisi yang beraneka ragam bagaimana memilih propolis yang terbaik bagi kesehatan kita.

    Tulisan berikut ini berusaha menjawab pertanyaan diatas dengan harapan dapat membantu konsumen memilih propolis yang terbaik bagi kesehatannya. Tulisan ini disusun berdasarkan level pertanyaan  yang harus diajukan konsumen  terdapat berbagai merk propolis yang ditawarkan.


    I. LEVEL PERTANYAAN PERTAMA: BAGAIMANA KEAMANAN DAN  KEHALALAN PRODUK PROPOLIS

    Pertanyaan mengenai keamanan dan kehalalan produk ini mejadi proses seleksi produk yang paling mendasar. Level pertanyaan keamanan dan kehalalan produk ini lebih didasarkan pada apakah produsen propolis memiliki data-data penelitian terakreditasi bahwa propolis yang dipasarkannya adalah aman dan halal. Data –data tersebut adalah :

     
    1. Penelitian tidak mengandung senyawa pestisida dan  antibiotik

    Propolis yang dipasarkan saat ini sebagian besar diambil dari jenis lebah budidaya (Apis Mellifera). Propolis yang diambil dari lebah jenis ini perpeluang besar tercemar pestisida dan antibiotic. terlebih jika berasal dari Benua  Amerika (amerika utara dan amerika selatan), Eropa, dan Asia termasuk Indonesia. Pestisida yang sering  dipakai oleh peternak lebah untuk membasmi hama1) diantaranya; Apistan®, fluvalinate, amitraz dan flumetrhin, Adapun antibiotic yang sering dipakai untuk mengatasi penyakit2) pada koloni lebah adalah; Terramycin®, Tetracycline, Streptomycin, dan chloramphenicol. Penggunaan pestisida dan antibiotic ini akan mengakibatkan residu bahan berbahaya pada produk-produk lebah termasuk dalam propolis. Oleh karena itu merupakan hak dari konsumen untuk menanyakan apakah produk propolis yang dibelinya telah bebas dari residu senyawa pestisida dan antibiotic tersebut. Dan kewajiban bagi produsen untuk memastikan bahwa propolis yang dipasarkannya telah terbebas dari residu pestisida maupun antibiotic. Berdasarkan pengalaman penulis sewaktu mendaftarakan salah satu produk propolis pihak badan POM hanya meminta menganalisa kandungan satu jenis antibiotic saja.
     2. Penelitian tidak mengandung senyawa pencemar

    Propolis yang dipasarkan saat ini telah mengalami beberapa tahapan dalam proses produksi  mulai dari pemanenan, pemilihan, pengextrakan, pengemasan hingga proses pengiriman  kepada distributor.  Untuk memastikan bahwa seluruh proses tersebut berjalan dengan aman dan tidak meninggalkan bahan pencemar seperti; logam berat (Hg, Pb, Cu dll), bakteri , kaca atau unsur lain yang membahayakan maka konsumen bisa menanyakan kepada produsen mengenai  propolis yang dibelinya apakah sudah terbebas dari bahan-bahan berbahaya tersebut.  Saat ini Badan POM telah cukup baik memeriksa propolis yang didaftarkan untuk dipasarkan dari unsur-unsur berbahaya ini, bahkan telah ditambah dengan keharusan bebas dari  unsur  Psikotropika narkotika dan bahan kimia obat.
     3.Penelitian tidak mengandung unsur haram

    Secara umum propolis dan proses pengolahan propolis tidak bersinggungan dengan unsur-unsur yang diharamkan kecuali ditambahkan oleh produsen saat proses produksi. Tetapi untuk menjamin produk yang akan dibeli adalah halal maka konsumen bisa menanyakan apakah produsen memiliki sertifikat halal atau memiliki hasil uji laboratorium tidak mengandung unsur haram.


    II. LEVEL  PERTANYAAN KEDUA :  BERAPA TOTAL FLAVONOIDS  DALAM PRODUK PROPOLIS

    Setelah konsumen memastikan bahwa propolis yang ditawarkan oleh produsen adalah aman proses seleksi tahapan kedua untuk menentukan propolis terbaik adalah menanyakan kepada produsen mengenai kadar Flavonoids dari propolis yang dipasarkannya.

    Flavanoid  adalah senyawa pigmen warna pada bagian-bagian tumbuhan yang memiliki peran sangat penting untuk system kekebalan tubuh dan pengobatan. Pada propolis senyawa ini dikumpulkan oleh lebah dari bagian-bagian tanaman seperti;  bunga, batang, daun, akar, buah dan lain-lain.

    Banyaknya kandungan flavonoid di dalam propolis secara sederhana akan menggambarkan kualitas dari propolis yang ditawarkan produsen kepada konsumen. Dengan demikian akan menjadi keliru ketika membandingkan tinggi rendahnya kualitas propolis yang ada di pasar hanya pada kandungan extract propolisnya saja.

    Penentuan kualitas propolis berdasarkan kandungan propolis atau extract propolis tidak memiliki standar yang disepakati secara internasional. Sebagai contoh dipasaran terdapat propolis cair merk X yang mencantumkan konsentrasi  100% extract propolis. Penyebutan 100% extract ini bukan berarti di dalam kemasan propolis merk X tersebut isinya 100% extract propolis, karena 100% extract propolis pasti berbentuk padatan lengket.  Adapun maksud dari penyebutan 100% extract propolis adalah produsen menyampaikan informasi  bahwa propolis yang dijualnya tersebut hasil dari melarutkan 1 bagian extract propolis ke dalam satu bagian pelarut. Nah dengan metode yang sama terdapat juga produsen yang menyebutkan bahwa propolis yang dijualnya mengandung 50% extract propolis. Angka 50% extract propolis ini menjelaskan bahwa produsen tersebut telah mencampur satu bagian extract propolis ke dalam dua bagian pelarut.

    Di pasar juga ditemukan produsen yang menjual propolis dengan kandungan 20% extract propolis atau 15% extract propolis. Yang dimaksud dengan 20% extract ini adalah 20 gram extract propolis dilarutkan ke dalam 100 ml pelarut.  Artinya dalam setiap ml larutan propolis dengan kandungan 20% extract propolis terdapat 200mg extract propolis.

    Dengan adanya perbedaan standar penentuan kandungan propolis ini, menyebabkan  propolis yang satu tidak bisa dibandingkan dengan propolis yang lainnya. Disisi lain khasiat propolis ini lebih ditentukan oleh kandungan Flavanoid  di dalam setiap propolis yang dipasarkan.

    Adapun kandungan Flavanoid ini biasanya tidak disebutkan oleh produsen secara tertulis di kemasan maupun brosur yang dikeluarkan oleh produsen. Oleh karena itu bagi konsumen yang akan memilih propolis terbaik untuk dikonsumsinya bisa menanyakan langsung ke pedagang propolis atau ke produsen.


    III. LEVEL  PERTANYAAN KETIGA: BERAPA KAPASITAS ANTIOKSIDAN PRODUK PROPOLIS

    Setelah kita mengetahui kandungan Flavanoid dari propolis yang ditawarkan maka tahap penilaian berikutnya adalah pertanyaan mengenai berapa besar kapasitas anti oksidan dari setiap propolis. Besar kecilnya kapasitas anti oksidan ini menentukan kemampuan propolis dalam proses pengobatan dan penjagaan kesehatan, selain menjadi rujukan untuk penentuan dosis propolis. Semakin besar kapasitas anti oksidant dari propolis ini maka semakin baik dan semakin ekonomis dalam penggunaannya.

    Salah satu metode pengujian  aktivitas antioksidan adalah metode DPPH dengan menggunakan 1,1-difenil-2-pikrilhidra-zil (DPPH) sebagai radikal bebas. Prinsipnya adalah reaksi penangkapan hidrogen oleh DPPH dari senyawa antioksidan dan dinyatakan dalam satuan µg/g AEAC (Ascorbic acid Equivalent Antioxidant  Capacity)

    Nilai dari hasil pengujian kapasitas anti oksidan dari propolis ini bisa menggambarkan keragaman jenis flavanoid yang terdapat dalam propolis yang dipasarkan.


    IV. LEVEL PERTANYAAN KEEMPAT: SEBERAPA STABILKAH NILAI KAPASITAS ANTIOKSIDAN YANG ADA

    Pertanyaan berikutnya untuk mengetahui kualitas propolis adalah seberapa lama nilai dari kapasitas antioksidan propolis bisa bertahan. Hal tersebut penting untuk kita ketahui karena propolis dengan penggunaannya satuan tetesan bukanlah produk yang harus dihabiskan satu kemasan dalam sekali pemakaian. Tetapi biasanya satu kemasan digunakan dalam suatu jangka waktu tertentu.

    Dalam kasus ini biasanya produsen hanya akan menyebutkan massa kadaluarsanya saja. Tetapi konsumen bisa mengetahui dengan menanyakan  pelarut yang digunakan, metode extraksinya seperti apa, dan disimpan dalam kemasan seperti apa.

    Metode extraksi tanpa proses pemanasan, penggunaan kemasan yang tidak tembus cahaya adalah salah satu jaminan bagi stabilnya nilai kapasitas anti oksidan dari propolis yang kita konsumsi.

      Demikian pemaparan terkait dengan proses pemilihan propolis yang terbaik bagi para pengguna propolis ditengah banyaknya merk, dan jenis propolis yang ada di pasaran semoga bermanfaat.


    Catatan Kaki

    1)    hama yang menyerang koloni lebah diantaranya; Tungau Varoa, Tungau tropilaelaps clareae, dan ngengat lilin (wax moth)

    2)  Penyakit yang menyerang koloni  lebah adalah; Bakteri (antara lain American foulbrood  / AFB dan  European foulbrood / EFB ),  Jamur (antara lain Chalkbrood dan Stone brood), virus (antara lain Sacbrood)

     

    perbandingan kualitas propolis

    PROPOLIS DIAMOND adalah PROPOLIS TERBAIK. Dari hasil uji laboratorium terhadap jenis propolis dari daerah yang berbeda menunjukkan bahwa PROPOLIS DIAMOND (berasal dari New Zealand dengan ekstrak 20%) mempunyai kandungan total Flavanoids 2,42 % b/v dan asam fenolat 2,55% b/v. Lebih tinggi dibanding Propolis dari daerah lain.
    Tabel perbandingan kualitas propolis







    Unsur yang diuji
    Propolis inggris
    Propolis Australia
    Propolis New Zealand
    Propolis New Zealand
    50 % raw
    15 % ekstrak
    15% ekstrak
    20% ekstrak
    Total Flavanoids
    2,5 % b/v
    1,05 % b/v
    1,89 % b/v
    2,42 % b/v
    Total Asam fenolat
    1,53 % b/v
    0,74 % b/v
    2,03 % b/v
    2,55 % b/v

    Manfaat Propolis Bagi Tubuh


    PENELITIAN EFEK KOMBINASI ANTIBIOTIK dan PROPOLIS

    ( Kivalkina,VP dan Gorshunova,VI , Kazan Institute)
    ·        
     Penelitian ini meneliti tentang aktivitas antimikroba antibiotik dengan adanya propolis, dan efek terhadap perkembangan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Alat dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: media nutrient untuk mengukur kombinasi  aksi propolis dan antibiotika terhadap Staphilococcus Aureus dan E.coli  . Propolis digunakan sebagai 20% ekstrak ethanol. Aktivitas antimikroba antibiotik (penicilin, streptomycin, tetracyclin, ristomycin, neomycin, levomycetin, polymyxin, oleandomycin) dengan adanya propolis diukur dengan metode dilusi serial dalam meat-peptone agar (MPA). 

    Hasil dari penelitian ini adalah:

     1. Propolis meningkatkan aktivitas bakteriostatik (kemampuan membunuh bakteri) antibiotik tetracyclin, neomycin, dan polymixyn sebanyak 10-100 kali lipat terhadap bakteri Staphilococcus aureus, dan meningkatkan aktivitas bakteriostatik antibiotik streptomycin, penicilin, neomycin, plomyxin dan tetracyclin terhadap bakteri E.coli sebanyak 10-100 kali lipat.
       2.  Adaptasi bakteri terhadap antibiotika neomycin, levomycetin, dan ristomycin sama dengan adaptasi bakteri terhadap media nutrien mengandung propolis.
       3. Propolis meningkatkan aktivitas antimikroba salep antibiotik. Aksi bakteriostatik salep antibiotik mengandung propolis bekerja terhadap  kuman Staph. aureus  dalam 15 menit, dan E.coli dalam 20-30 menit, sedangkan salep antibiotik yang tidak mengandung propolis bekerja dalam 2-12 jam. Aktivitas antimikroba salep antibiotik mengandung propolis tetap bertahan selama 9-12 bulan penyimpanan, sedangkan salep antibiotik tidak mengandung propolis bertahan selama 2-3 bulan penyimpanan.


    Pendapat Para Ahli Tentang Propolis
    ·        
    Berikut adalah pendapat para ahli tentang propolis dan kegunaan lain :

       1. John Diamond MD; propolis mampu mengaktifkan kelenjar thymus yang berfungsi sebagai sistem imunitas tubuh.
       2. Ray Kupinsel; propolis sebagai anti biotik alami yang mampu melawan berbagai macam penyakit tanpa efek samping
       3. Profesor Arnold Becket; propolis mampu menyembuhkanberbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur.
       4. Russia Research Team (Tim Riset Rusia); Dalam propolis terdapat zat anti biotik alami dan anti viral, vitamin, asam amino, mineral yang sangat mujarab untuk  penyakit mulut, tenggorokan.
       5. Dr. Fang Chu (dokter di Lien Yu Kang Hospital Tiongkok); propolis berguna untuk penyakit kandungan lemak tinggi dalam darah dan untuk penyakit jantung.
       6. Lembaga Riset Kanker Columbia, 1991 ; dalam propolis terdapat zat CAPE yang berfungsi mematikan sel kanker. Dengan pemakaian zat CAPE secara teratur selama 6 bulan dapat mereduksi kanker sebanyak 50%.
    7. Majalah anti biotik VP Kivalkina; propolis sangat efektif untuk infeksi tanpa batas kadaluwarsa.


    Referensi lain Tentang Propolis
    1.PROPOLIS  bersifat antibiotik :
    ·         Benzoic acid : efek bakteriostatik dan baktericide  (Janes and Bumba 1978)                        
    ·         Ferulic acid dan Caffeic acid : efek thd bakteri gr + dan gr -    (Cizmarik and Matel 1970 , 1973)
    ·         Isoferulic acid dan Cinnamic  acid : efek thd Staphylococcus Aureus    (Qiao and Chen, 1991)
    ·         Pinosylvin : anti Bacillus Subtilus dan Bacillus  Cereus (Mochida , 1985)                    
    ·         Cinnamylidene  acetic acid : anti Bacillus Subtilus, Bacillus Cereus  dan Escherichia Coli (mochida, 1985)
    ·         Chrysine dan Galangin : anti Helicobacter pylori (Itoh, 1994)
    ·         Propolis memperkuat efek bakteriostatik dari antibiotik Tetrasiklin, Neomycine Polimycine (dr.Tichonov and  Salo)
    ·         Bahkan strain Staphylococcus yang resisten/kebal thd antibiotik, menjadi sensitif, setelah dikombinasikn dgn propolis (Shub, 1981)
    ·         Propolis juga memperkuat aktivitas beberapa anti jamur (dr.Kivalina and Gorshonova,1973)
    2.PROPOLIS  bersifat anti jamur :
    ·         Ermanin : anti Mycrosporum Lanosum dan Trycophyton  (Popravko 1971, Metzner 1975, Scheidewind  1975)        
    ·         Pinocembrin : anti candida  albicans (metzner, 1979)
    ·         Pinosylvin : anti candida albicans, mycobacterium Phlei dan mycobacterium Smegmatis (Mochida 1985, Metzner 1975, Scheidewind 1975)
    ·         Kaempferide : anti Mycobacterium Phlei (Mochida 1985)
    3.PROPOLIS  bersifat anti Virus :
    ·         Caffeic acid, Quercetin, Iuteolin  (Konig and Dustmann 1985)
    ·         sopentyl ferulate : anti influenza virus ( Serkedjieva)
    ·         Isopropyl alcohol : anti virus herpes    (Smuk and Hern 1978)
    4.PROPOLIS  bersifat anti septik:
    ·         Benzoicacid (vanhaelen and vanhaelen  Fastre,1992)
    5. PROPOLIS  bersifat  lokal Anastetik:
    ·         Pinocembrin, pinostrobin, Caffeic acid esters  (Paintz and Metzner, 1979)
    ·         Kekuatannya 3 x efek cocain, 52 x efek novocain (Ghisalberti, 1979)
    ·         Zalf anestetik propolis telah dipantenkan di eropa untuk penggunaan dalam bidang gigi (Sosnowski, 1984)
    6. PROPOLIS  bersifat  Anti hyperlipidemic:
    ·         Dihydroflavonoids (Choi, 1991)
    7.PROPOLIS  bersifat  menguatkan pembuluh darah kapiler :
    ·         Quercetin (Budavari, 1989)
    8.PROPOLIS  bersifat   Anti perdarahan :
    ·         Flavonoids (Marinescu, 1982)
    ·         Ferulic acid : efek pembekuan darah   (Cizmarik and Matel 1971, 1978)
    9.PROPOLIS  bersifat  anti Inflamasi :
    ·         Mempunyai efek yang hampir sama dengan yg ditimbulkan obat indometacine
    ·         Caffeic acid, acacetine (Bankova, 1983)
    ·         Flavonoids, Bisabolol (Marinescu, 1982)
    10.PROPOLIS  bersifat   Tumor cytotoxicity or inhibitor :
    ·         Caffeic acid phenethyl ester (Grunberger 1988, Inayama    1984) : Ca payudara, ca rahim, melanoma, ca usus besar             
    ·         Quercetin (Matsuno Tetsuya, 1991)
    ·         Artepillin C (Kimoto Tetsuno, 1995) : Ca gastric, Ca paru, Leukimia  
    ·         Chrysin (Hladon, 1987)
    11.PROPOLIS  bersifat   Anti Oksidan
    ·         Flavonoids  (Vanhaelen and Vanhaelen Fastre, 1992)
    ·         Kemampuan untuk menetralisir radikal bebas (yg dpt merusak sel dan jaringan tbh), dgn cara melindungi sel dgn mencegah teroksidasinya vit C (Popeskovic, 1980)
    12.PROPOLIS  bersifat  Me regenerasi sel epitel  dan  meminimalkan  jaringan parut :
    ·         Cinnamic acid derifat   (Marinescu, 1982)
    13.PROPOLIS  bersifat  Penyembuhan luka :
    ·         Phenolic acid, Flavonoids (Arvouet and Grand, 1994)
    14.PROPOLIS  bersifat  Menstimulir pembelahan sel dan  Memperkuat biosintesa protein :
    ·         Arginin (Gabrys, 1986)
    15.PROPOLIS  bersifat  Meningkatkan perbaikan kolagen dan elastin :
    ·         Proline (Gabrys, 1986)
    ·         Ferulic acid (Cizmarik and Matel 1971, 1978)
    16.PROPOLIS  bersifat Penyembuh ulcus Gastroduodenal :
    ·         Pinocembrin, galangin dan chrysin :  anti Helicobacter pylor (Itoh, 1994)
    17.PROPOLIS  bersifat  Membantu pulmonary insuffcency :
    -  Eriodictyol (Aviado, 1974)
    18.PROPOLIS  bersifat Spasmolytic :
    -   Quercetin
    -   Kaempferide
    Pectolinaringenin
       (The Hive and the Honey Bee, 1992)
    19.PROPOLIS  bersifat Anti diabetic :
    -   Pterostilbene (Ghisasberti, 1979)
    -    Menstimulir kelenjar pankreas dan  berefek mempertahankan glukosa serum (Kedzia, 1988)
    20.PROPOLIS  bersifat Anti alergi :
    -   Prenyl caffeate (Hausen 1987, Wollen weber 1987, Greenaway 1988, Hashimoto 1988)
    21.PROPOLIS  bersifat Efek sedative :
    -  Kedzia, 1988
    22.PROPOLIS  bersifat  Menstimulir  sistim kekebalan tubuh :
    Menstimulir kelenjar thymus yang mengandung sel limfosit (Manolova 1987, Scheller 1988,Karandashov 1977)
    Memperkuat kerja macrophage (Moriyasu, 1993)

    Referensi lain Tentang PropolisKegunaan PROPOLIS dalam bidang kesehatan
    1. SistemKekebalan tubuh
    -   Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit (Scheller, 1989)
    2. Sistem Cardiovaskular
    Ekstrak propolis dapat menurunkan tekanan darah  (kedzia, 1988)
    -   Memperkuat pembuluh darah kapiler (Roger 1988), dengan quercetin (Budavari, 1989) Efek anti hiperlipidemik (Choi, 1991)
    -   Perbaikan pada pasien hipertensi, arteriosclerosis, jantung koroner dgn pemberian 300 mg propolis 3 x/hr selama 30 hr ( dr. Fang Zhu, RS Lian Yn Gang, prop. Jiangsu RRC)
    3. Sistem Pernafasan
    -   Bronchitis (Scheller, 1989)
    -   TBC Paru (Karinova and Rodionova)
    -   Insufficiency paru (Aviado, 1974)
    -   Ca paru (Kimoto Tetsuno 1995)
    4. THT
    Telinga  :
          Matel 1973 dan Palos 1989
              - Radang telinga luar (OE)
              - Radang telinga akut (OMA)
              - Telinga bernanah (OMP)
    Hidung :
       - Rhinitis Influenza (Nunex 1938)
       - Sinusitis
    Tenggorokan :
               - Pharingitis (Doroshenko,1975)
               - Laringitis (Lin, 1993)
    5. Sistem Pencernaan
    -   Mulut :
                    - Ginggivitis dan plaque    (Neuman, 1986)
                   - Moniliasis (jamur)
                   - Stomatitis (Ghafar, 1989)
                   - Halitosis    
    -   Gastritis, Ca gastric (Kimoto Tetsuno, 1995)
    -   Duodenitis
    -   Colitis (Stolko, 1978), Ca colon (Grunberger  1988, Inayama 1984)
    -   Hepatitis
    Chirosis hepatis
    6. Sistem Endokrin
    -   Gangguan kelenjar pankreas : Diabetes melitus (Kedzia 1988, Ghisasberti 1979)
    -   Gangguan kelenjar gondok : Goitre
    7.  Sistem urogenital
    -   Nefritis (infeksi ginjal), Cystitis (infeksi kandung kemih),
    -   Prostatitis
    8. Sistem Reproduksi
    Pre Menstrual  Syndrom (PMS) Zawadzki and Scheller 1973 :
    Vaginitis (tu: Trichomonas dan s.Pyogenes )
    Cervicitis (tu. S. Pyogenes) Grunberger 1988 and Inayama 1984 :
    Ca payudara dan tumor rahim
    9. Kulit
    Luka iris, luka tergores (Scheller 1980)
    Luka bakar derajat 1 dan 2 (Gabrys 1986 àArginin)
    Luka terinfeksi
    Dermatitis (alergica)
    Herpes simplek/zoster (Giurcaneanu,1988)
    Jamur
    Acne
    Melanoma
    Kosmetik (Klt kusam, keriput, bekas luka)
    10. Otot dan Sendi
    Myalgia
    -   Rheumatoid Artritis
    11. Sistem Saraf
    Depresi
      Stress
      Gangguan Klimakterik
    12. Mata
      Conjungtivitis
      Katarak


    KHASIAT PROPOLIS
    KEPALA :
    Sakit kepala, migrain, rambut rontok, insomnia, stress akibat tekanan  kerja, rambut beruban, ketombe, mata merah, infeksi mata, infeksi hidung, sakit kerongkongan dan tenggorokan, infeksi telinga, gusi berdarah, sakit gigi, tumor otak, stroke, gangguan syaraf dan gagap, sinusitis, katarak, telinga bernanah, epilepsi, dan sebagainya. 
    BADAN:
    Kesuburan, keracunan, batu ginjal ,ketergantungan narkoba, dan rokok, kena bisa hewan berbisa, rabies, kencing manis, kencing tidak lancar, Ketegangan bahu, kegemukkan, rematik, pegal linu, lemah, letih dan lesu, asam urat, TBC, sakit paru-paru, asma, sesak nafas, tuberkulosis (batuk kering), batuk berdahak, demam, masalah jantung, hati, buah pinggang, sistem percernaan, masalah hati dan limpa, kolon, perut, ulser, wasir, fibroid, sembelit, Sindrom Pra-haid (PMS), sakit belakang, flu , kekejangan, saraf, tekanan darah tinggi/rendah, diabetes, kanker, sendi, kolesterol, menambah nafsu makan, lupus, dan sebagainya.
    KULIT:
    keriput, masalah kulit, luka kering/ mengelupas, bintik-bintik, cacar air, kutu air, bisul, jerawat hitam, eksim, panu, kadas, kurap, luka bedah, luka bakar, herpes, dan sebagainya.

    CIRI-CIRI PROPOLIS DIAMOND BEKERJA EFEKTIF

    Propolis mampu mengeluarkan berbagai racun yang sudah lama mengendap di dalam tubuh dengan cepat. saat proses pengeluaran racun berlangsung akan terjadi sedikit “gangguan” dan kondisi tersebut dinamakan sebagai ” tanggapan baik”. Atau tindak balas.

    Tindak Balas muncul hanya sementara waktu dalam rangka proses penyembuhan penyakit. Oleh karena itu tidak perlu khawatir jika muncul tindak balas setelah mengkonsumsi Propolis. Tindak Balas yang terjadi pada seseorang akan berbeda dengan tindak balas yang terjadi pada orang lain. Sebagian orang merasakan dengan cepat sejak awal mengkonsumsi Propolis dan sebagian orang lagi tidak merasakan apapun, hal ini bergantung pada keadaan dan kondisi Tubuh pengguna propolis. Seseorang dengan kesehatan prima tidak akan ditemukan tindak balas apapun.

    Berikut ini beberapa gejala tindak balas yang mungkin terjadi setelah mengkonsumsi propolis dan kaitannya dengan penyakit yang diderita atau permasalahan kesehatan yang dialami:

        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Bersin, gatal pada hidung menunjukan:Permasalahan pada hidung, polip atau sinusitis
        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Wajah terasa panas, tekanan darah naik sesaat, demam, pusing menunjukan: Permasalahan pada system sirkulasi  darah, darah tingi
        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Kulit kaki terasa tebal dan dingin, sebagian badan terasa dingin, jantung berdebar menunjukan: Tekanan darah rendah, kurang darah
        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Susah buang air besar, mencret, berak berlendir, berak berdarah menunjukan: Radang pada usus besar, gangguan pada usus, hemoroid
        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Mual, sering buang air besar, muntah menunjukan:Obesitas, gangguan pada lambung
        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Bengkak, gatal menunjukan:Alergi
        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Muncul kotoran pada mata, gatal, keluar air mata menunjukan:Gangguan pada mata
        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Mimpi buruk, gelisah, susah tidurmenunjukan: Gangguan pada system syaraf dan kepala
        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Lelah, susah tidur, sakit pada sendi menunjukan:Gangguan pada persendian
        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Haus, keringat berbau, kenaikan kadar gula sesaat.
          menunjukan: Gangguan pada pancreas, diabetes
        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Demam, susah tidur, terdapat pembengkakan, ada pendarahan, tinja berwarna hitam menunjukan: Tumor, cancer
        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Batuk, kedinginan, sakit kerongkongan, demam menunjukan:Permasalahan pada paru-paru, asma
        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Ngantuk, diare, gula darah naik, selera makan turun menunjukan:Permasalahan Hati, limpa, pankreas
        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Bengkak kaki, skt pinggang, susah buang air kecil menunjukan:Permasalahan ginjal
        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Keletihan, ngantuk menunjukan:Permasalahan pada hati
        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Mual, letih, keringat dingin menunjukan:Permasalahan pada perut
        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Rasa sakit pada punggung, sakit didada menunjukan:Permasalahan pada jantung
        * Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Kulit mengeras, muncul jerawat menunjukan: Permasalahan pada kulit

    Efek Samping
    Tidak ada efek samping, ataupun keracunan bagi tbh manusia maupun hewan meskipun diberikan dlm jumlah besar (Ghisalberti, 1979)
    Detoksifikasi/Tindak balas
    -   Rasa tidak nyaman yg timbul saat awal penggunaan propolis, bukan merupakan penyakit baru ataupun efek samping
    -   Merupakan suatu reaksi/respon tbh yang timbul sbg usaha tbh untuk mengeluarkan racun (toxin, bhn kimia, penyakit) dan sel sel tua yg perlu diganti.
    -   Bersifat sementara dan merupakan bagian dari proses pembersihan/penyembuhan (Healing sympton/ Healing crisis)


    Gejala detoksifikasi
    Gejala
    Kemungkin gangguan
    Ngantuk, diare, gula darah naik, selera makan turun
    Hati, limpa, pankreas
    Letih, sakit nelan
    Dada, paru paru
    Muntah, gatal klt, sembelit, gas >>
    pencernaan
    Bengkak kaki, skt pinggang, susah bak
    ginjal
    Gatal pd mata
    Saraf mata
    Gatal pd hidung,
    hidung
    demam
    Darah tinggi
    Ngantuk sering bak
    Darah rendah
    Pegal linu, tekanan darah naik, susah bak
    Pembuluh darah
    Jerawat bertambah >>
    Sirkulasi darah
    Berkeringat >>
    Dalam
    Muka dan kaki bengkak
    Kurang protein