Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 April 2013

Ledakan Bom Boston Diprediksi Lemahkan IHSG

BISNIS.COM, JAKARTA-Ledakan bom di Boston, Amerika Serikat, diperkirakan akan memberikan sentimen negatif terhadap bursa-bursa dunia, termasuk di kawasan Asia.
Menurut Indo Premier Securities, indeks harga saham gabungan pada perdagangan hari ini (16/4/2013) diperkirakan melemah dengan support di 4.850 dan resist di 4.975.

"Indeks turun dengan tutup di bawah MA5 namun masih diatas MA20 dan hampir membentuk full black body namun tidak diikuti volume. Stochastic crossing dengan RSI dan MACD negatif," kata Muhammad Wafi, Research Analyst PT.Indo Premier Securities, pagi ini.

Henan Putihrai Analytics menggarisbawahi buruknya sentimen pasar finansial didasari oleh buruknya data makro ekonomi. Pasar saham Eropa melemah tajam didorong oleh pelemahan saham sektor tambang sejalan dengan data GDP China yang lebih buruk dibandingkan dengan estimasi.

Kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi mendorong US$ index bergerak melemah. Sedangkan VIX indeks melonjak tajam dari kisaran level 12 menjadi 17.27.
Indeks bursa saham acuan Asia bergerak melemah cukup tajam pagi ini dimotori oleh indeks Nikkei225.
Fokus perhatian pasar masih tertuju pada pelambatan ekonomi China dan penurunan harga komoditas emas masih berlanjut hingga pagi ini.  HP Analytics memperkirakan IHSG bergerak di level 4.869-4.937.

Senin, 11 Maret 2013

PBB Miliki Bukti Pembunuhan Massal di Suriah

JAKARTA, KOMPAS.com - PBB, Senin (11/3/2013), mengatakan, memiliki bukti-bukti atas tentang pembunuhan massal dan penghancuran kawasan permukiman di Suriah.
Dalam laporan terbarunya, penyidik hak asasi manusia PBB menuduh kekuatan pemerintah maupun oposisi memperlihatkan ketidakpedulian atas warga sipil di negara itu.

Salah satu contoh yang diajukan adalah tiga pembunuhan terbaru di kota Homs, yang menjadi tempat eksekusi 50 tahanan oleh pasukan pemerintah Suriah.

Pembunuhan lainnya adalah atas beberapa keluarga -dengan korban jiwa seluruh anggota keluarga- namun masih belum jelas pembunuhnya.

Wartawan BBC di kantor pusat PBB di Jenewa, Imogen Foulkes, melaporkan laporan terbaru itu merupakan yang terlengkap sepanjang konflik Suriah sejauh ini.

Nama-nama tersangka yang diduga terlibat dalam pembunuhan juga disebutkan, namun Komisi Hak Asasi Manusia PBB tidak memiliki wewenang untuk mendakwa karena berada di tangan Makamah Kejahatan Internasional. 

Saatnya Bertindak
Sementara itu mantan jaksa penuntut kejahatan perang, Carla Del Ponte, menegaskan bahwa sudah saatnya untuk bertindak sehubungan dengan kejahtan di Suriah.

"Ya ini saatnya untuk bertindak, setelah dua tahun yang sulit dipercaya bahwa Dewan Keamanan PBB belum mengambil tindakan mendesak karena kejahatan sudah terjadi di Suriah dan jumlah korban meningkat hari demi hari." "Jadi keadilan harus ditegakkan," tegasnya.

Bagaimanapun Dewan Keamanan PBB masih belum memiliki satu suara dalam masalah Suriah dan tanpa dukungan kelima anggota tetapnya maka akan sulit menyerahkan kasus kejahatan di Suriah keapda Mahkamah Kejahatan Internasional.

Komisi Hak Asasi Manusia PBB sudah mengungkapkan kemarahan atas kekerasan yang terjadi di Suriah dan menegaskan penyelidikan mereka akan terus berlanjut.

Sejak konflik di Suriah marak sekitar dua tahun lalu, jatuh korban sekitar 70.000 jiwa dan lebih dari satu juta orang mengungsi dari Suriah.

Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2013/03/11/20284969/PBB.Miliki.Bukti.Pembunuhan.Massal.di.Suriah

Kasus Penganiayaan di LP Diduga Skenario untuk Menekan Mujahidin

JAKARTA (voa-islam.com) - Direktur JAT Media Center (JMC), ustadz Son Hadi menduga kasus pengeroyokan terhadap dua mujahidin di LP Salemba oleh ratusan preman bukan peristiwa kebetulan.


Ia mensinyalir adanya madus baru yang dimainkan pihak-pihak tertentu untuk menekan para tahanan yang difitnah dalam kasus terorisme.


“Kelihatannya ini bukan peristiwa yang kebetulan. Kalau kita lihat ada dua lokasi dengan kasus yang sama, yaitu penganiayaan di LP Cibinong dan LP Salemba, saya khawatir ini menjadi modus baru untuk menekan atau membungkam para tahanan yang difitnah dalam kasus terorisme,” kata ustadz Son Hadi kepada voa-islam.com, Senin (11/3/2013).


Ustadz Son Hadi juga menuding kasus tersebut merupakan uji coba yang kelak akan digunakan untuk membungkam ustadz Abu Bakar Ba’asyir dengan meminjam tangan-tangan narapidana.


“Atau ini jangan-jangan merupakan uji coba, yang pada saatnya nanti digunakan untuk membungkam ustadz Abu Bakar Ba’asyir dengan menggunakan tangan-tangan Napi,” jelasnya.


Untuk itu, ia meminta ikhwan mujahidin di berbagai Lembaga Pemasyarakatan maupun Rutan untuk waspada.

“Kita meminta ikhwan-ikhwan untuk waspada. Para preman itu bisa saja dibayar atau dengan iming-iming lain, karena sangat mudah,” ungkapnya.


Selain meningkatkan kewaspadaan, ustadz Son Hadi juga berharap para mujahidin kompak dalam menghadapai kasus tersebut. “Maka ikhwan-ikhwan harus kompak dalam menghadapi ini,” tegasnya.


Untuk diketahui, kasus penganiayaan terhadap mujahidin kerap terjadi di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan.

Bulan Mei tahun 2012 lalu, sejumlah mujahidin dianiaya petugas sipir di Lapas Klas I A LP Cipinang, Jakarta Timur. Kasus penganiayaan yang sama juga terjadi di LP Permisan, Nusakambangan pada bulan Januari 2013 lalu. Sementara kasus penganiayaan di LP Cibinong, Bogor terjadi baru-baru ini, sebagaimana disampaikan ustadz Son Hadi. [Ahmed Widad]